


03 November 2025 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra
.jpg)
Denpasar – Rupiah bukan sekadar alat pembayaran. Di balik setiap lembar dan kepingnya, terdapat identitas, sejarah, serta simbol kedaulatan bangsa. Semangat itulah yang kini diabadikan melalui Tugu Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar.
Tugu CBP Rupiah diresmikan pada 1 November 2025 oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, bersama Gubernur Bali, Wayan Koster. Pembangunan tugu tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali.
Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi masyarakat mengenai Rupiah sekaligus menghadirkan simbol yang mengingatkan bahwa menjaga Rupiah merupakan bagian dari menjaga kedaulatan bangsa.
Tugu CBP Rupiah membawa pesan bahwa kecintaan terhadap Rupiah tidak berhenti pada penggunaannya sebagai alat pembayaran yang sah. Masyarakat juga diajak untuk memahami peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan identitas bangsa.
Dalam konteks Bali, kehadiran tugu ini sekaligus mempertemukan nilai ekonomi, sejarah, budaya, dan kreativitas. Lokasinya yang berada di kawasan Monumen Bajra Sandhi membuat pesan tentang Rupiah hadir berdampingan dengan ruang yang sarat dengan sejarah perjuangan masyarakat Bali.
Tugu tersebut juga menjadi pengingat atas jasa para pahlawan, khususnya I Gusti Ngurah Rai, yang perjuangannya diabadikan melalui ikon pasukan Ciung Wanara dalam filosofi tugu.
Secara visual, Tugu CBP Rupiah dirancang dalam bentuk parametrik 3D yang menyerupai pecahan uang Rp50.000 emisi 2005.
Filosofinya semakin kuat melalui tiga elemen utama:
17 pondasi
8 sudut penjuru mata angin
45 ornamen bunga teratai
Ketiganya merepresentasikan 17 Agustus 1945, momentum lahirnya kemerdekaan Indonesia.
Dengan demikian, tugu ini tidak hanya dirancang sebagai landmark visual. Setiap unsur di dalamnya membawa pesan tentang sejarah, perjuangan, dan semangat kebangsaan yang dikaitkan dengan Rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi Indonesia.
Menariknya, proses desain dan pengerjaannya turut melibatkan seniman dan pelaku ekonomi kreatif lokal. Kehadiran mereka menjadikan tugu ini tidak hanya sebagai simbol ekonomi, tetapi juga sebagai karya kreatif yang berakar pada budaya Bali.
Peresmian Tugu CBP Rupiah juga dirangkaikan dengan aksi nyata menjaga lingkungan melalui penanaman 400 pohon di kawasan sekitar.
Langkah tersebut memperluas makna kolaborasi. Pesan tentang Rupiah tidak berdiri sendiri, tetapi hadir bersama komitmen terhadap lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali, komunitas kreatif, dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa pesan edukasi kepada masyarakat.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi terhadap Bank Indonesia atas pembangunan tugu tersebut. Menurutnya, Tugu CBP Rupiah memiliki nilai ekonomi, budaya, dan edukasi sekaligus mendukung citra Bali sebagai pusat pariwisata budaya dan ekonomi kreatif nasional.
Kehadiran tugu ini pun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mengenal nilai kebangsaan serta membangun kebanggaan terhadap Rupiah.
Di tengah kawasan Renon yang menjadi salah satu ruang publik penting di Denpasar, Tugu CBP Rupiah hadir sebagai sebuah landmark yang membawa pesan sederhana namun mendasar: mengenal Rupiah berarti mengenal salah satu simbol kedaulatan Indonesia.
Tugu CBP Rupiah menjadi wujud nyata kolaborasi untuk memperluas pesan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat. Lebih dari sekadar bangunan, tugu ini membawa narasi tentang perjuangan, identitas, kreativitas, lingkungan, dan kedaulatan ekonomi dalam satu ruang.
Dari Bali, pesan itu diabadikan dalam sebuah karya yang dapat dilihat, dikenang, sekaligus dimaknai oleh masyarakat.
Rupiah bukan sekadar alat pembayaran. Rupiah adalah simbol kedaulatan, identitas, dan kebanggaan Indonesia.
Salam Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah! 🫰🏼👍🏼💡