UIPUR

Puskurjar Kemendikdasmen RI: Dari Sekolah Rintisan hingga Ruang Kelas, BI Bali Perkuat Ekosistem CBP Rupiah melalui Guru dan Kurikulum

30 September 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra

Puskurjar Kemendikdasmen RI: Dari Sekolah Rintisan hingga Ruang Kelas, BI Bali Perkuat Ekosistem CBP Rupiah melalui Guru dan Kurikulum

Penguatan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah tidak berhenti pada bagaimana siswa mengenal Rupiah. Lebih jauh, edukasi tersebut perlu hadir dalam proses pembelajaran, menjadi bagian dari budaya sekolah, dan diterjemahkan oleh guru ke dalam pengalaman belajar yang bermakna.

Semangat inilah yang terus dibangun Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (UIPUR) KPwBI Provinsi Bali melalui sinergi dengan Puskurjar Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Provinsi Bali, dan Edukator UIPUR KPwBI Provinsi Bali.

Penguatan tersebut dilakukan melalui rangkaian koordinasi, pengembangan Sekolah Rintisan CBP Rupiah, hingga peningkatan kapasitas guru agar nilai-nilai CBP Rupiah dapat semakin terintegrasi dalam pembelajaran di satuan pendidikan.

Sekolah Rintisan Menjadi Role Model

Salah satu fokus utama dalam pengembangan program adalah memperkuat Sekolah Rintisan CBP Rupiah sebagai role model bagi satuan pendidikan lainnya.

Dalam koordinasi bersama Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kemendikdasmen RI, pembahasan diarahkan pada bagaimana nilai CBP Rupiah dapat diintegrasikan secara menyeluruh ke dalam ekosistem pendidikan.

Integrasi tersebut mencakup empat ruang utama.

Pada intrakurikuler, nilai CBP Rupiah dihadirkan dalam proses pembelajaran. Pada kokurikuler, nilai tersebut dapat diperkuat melalui proyek karakter dan literasi. Sementara ekstrakurikuler menjadi ruang untuk mengembangkan kegiatan berbasis minat dan bakat peserta didik.

Tidak kalah penting, budaya sekolah menjadi ruang untuk membangun kebiasaan dan lingkungan yang mendukung penerapan nilai CBP Rupiah secara konsisten.

Pendekatan ini membawa edukasi Rupiah dari sekadar materi yang disampaikan kepada siswa menjadi bagian dari pengalaman dan kebiasaan mereka di sekolah.

Guru Menjadi Penggerak di Ruang Kelas

Upaya tersebut kemudian diperkuat melalui Workshop Inovasi Pembelajaran: Integrasi Deep Learning dan Pemaknaan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dalam Kurikulum Satuan Pendidikan yang diselenggarakan UIPUR KPwBI Provinsi Bali bersama MGMP Ekonomi Provinsi Bali di Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.

Sebanyak 160 guru dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Hadir sebagai narasumber Ibu Nina Purnamasari, S.H., M.Ak., Pengembang Kurikulum dari Puskurjar Kemendikdasmen, bersama Edukator UIPUR KPwBI Provinsi Bali.

Para guru diajak melihat kembali bagaimana pembelajaran ekonomi dapat bergerak dari sekadar penyampaian materi menuju proses belajar yang mendorong peserta didik untuk mengetahui, memahami, menerapkan, hingga menginternalisasi nilai secara kontekstual.

Di titik inilah CBP Rupiah memiliki ruang yang kuat untuk diintegrasikan.

Ketika CBP Rupiah Bertemu Deep Learning

Pembelajaran berbasis deep learning memberikan ruang bagi peserta didik untuk tidak hanya menghafal konsep, tetapi memahami makna dan menghubungkannya dengan situasi nyata.

Nilai-nilai CBP Rupiah memiliki relevansi dengan pendekatan tersebut.

Cinta Rupiah dapat dimaknai melalui kebiasaan menjaga dan memperlakukan Rupiah dengan baik. Bangga Rupiah dapat dibangun melalui pemahaman mengenai Rupiah sebagai identitas dan simbol kedaulatan bangsa. Sementara Paham Rupiah dapat dikembangkan melalui pemahaman mengenai fungsi, penggunaan, serta peran Rupiah dalam kehidupan ekonomi.

Dengan demikian, materi CBP Rupiah dapat menjadi konteks pembelajaran ekonomi yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Para guru juga berdiskusi mengenai tantangan menggeser pembelajaran dari pendekatan berbasis hafalan menuju pemahaman yang bermakna, sekaligus kebutuhan akan contoh integrasi CBP Rupiah yang lebih praktis ke dalam perangkat pembelajaran.

Dari Budaya Bali hingga Platform Digital

Pengembangan pembelajaran CBP Rupiah juga diarahkan agar semakin dekat dengan konteks lokal.

Guru didorong untuk mengembangkan materi yang menghubungkan nilai Rupiah dengan lingkungan dan budaya Bali, sehingga peserta didik tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi dapat melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, transformasi digital turut membuka ruang baru melalui pemanfaatan biteach.id sebagai media pembelajaran dan kolaborasi.

Ketertarikan para guru terhadap platform tersebut menunjukkan adanya ruang untuk mengembangkan materi CBP Rupiah secara lebih interaktif dan memperluas akses terhadap sumber belajar digital.

Sinergi yang Terus Diperluas

Penguatan program ini tidak berhenti pada satu kegiatan. UIPUR KPwBI Provinsi Bali bersama MGMP Ekonomi dan Puskurjar Kemendikdasmen terus mendorong tindak lanjut berupa penyusunan draft panduan pembelajaran CBP Rupiah berbasis deep learning, pengembangan konten CBP di biteach.id, serta penguatan sinergi untuk memastikan integrasi CBP Rupiah dapat berlangsung secara berkelanjutan di satuan pendidikan.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan capaian Indeks Capaian Kegiatan (ICK) CBP Rupiah melalui penguatan pengukuran kesadaran siswa di sekolah.

Dengan demikian, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai agen literasi keuangan yang mampu menerjemahkan nilai Rupiah sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.

Dari Guru, Nilai Rupiah Bergerak ke Generasi Muda

Penguatan Sekolah Rintisan CBP Rupiah dan peningkatan kapasitas guru pada dasarnya memiliki tujuan yang sama: menciptakan ekosistem pendidikan yang membuat nilai Rupiah tumbuh secara alami dalam kehidupan generasi muda.

Sekolah menjadi ruangnya. Guru menjadi penggeraknya. Kurikulum menjadi jalurnya. Sementara peserta didik menjadi generasi yang akan membawa pemahaman tersebut ke lingkungan yang lebih luas.

Ketika edukasi CBP Rupiah hadir melalui pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan bermakna, pesan tentang Rupiah tidak lagi berhenti sebagai pengetahuan.

Ia dapat berubah menjadi kebiasaan, sikap, dan karakter.

Dari ruang kelas Bali, semangat #BeriMakna terus ditumbuhkan—membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara ekonomi, tetapi juga Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah sebagai bagian dari kedaulatan bangsa.