


05 Oktober 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra

Denpasar – Edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah tidak hanya hadir melalui ruang kelas, kegiatan komunitas, maupun berbagai agenda edukasi. Di tengah aktivitas masyarakat yang terus bergerak, pesan tentang Rupiah juga perlu hadir di ruang-ruang publik yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi publikasi media komunikasi Videotron Out of Home (OOH) dalam rangkaian kegiatan Denpasar Education Festival (DEF) 2026 sekaligus penyampaian pesan CBP Rupiah dalam format yang lebih sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Publikasi penayangan kolaborasi kegiatan dimaksud berlangsung mulai 2– 8 Mei 2026 tanpa biaya atas kerjasama KPwBI Prov. Bali khususnya Unit PUR dengan Disdikpora kota Denpasar dan Dinas PUPR kota Denpasar

Kolaborasi ini dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, khususnya Unit PUR, bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar.
Penayangan berlangsung pada 2–8 Mei 2026 dan ditempatkan di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Denpasar. Menariknya, publikasi tersebut terlaksana tanpa biaya, sebagai bentuk sinergi antarlembaga dalam memperluas jangkauan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Selama ini, edukasi CBP Rupiah banyak dilakukan melalui interaksi langsung. Namun, untuk membangun pemahaman yang lebih luas, pesan tersebut juga perlu hadir di tempat-tempat yang setiap hari dilewati masyarakat.
Videotron OOH menjadi salah satu media yang memungkinkan pesan tersebut hadir secara berulang di ruang publik. Masyarakat tidak harus secara khusus datang ke sebuah kegiatan untuk mendapatkan informasi. Pesan dapat diterima ketika mereka sedang melakukan perjalanan, berkendara, maupun beraktivitas di berbagai kawasan Kota Denpasar.
Melalui penyederhanaan pesan CBP Rupiah, informasi yang ditampilkan dirancang agar dapat diterima secara lebih cepat oleh masyarakat. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas komunikasi Rupiah dengan memanfaatkan media yang dekat dengan mobilitas masyarakat perkotaan.
Penayangan media komunikasi tersebut menjangkau delapan titik lokasi di wilayah Kota Denpasar, yaitu:
Simpang Buagan (Teuku Umar)
Simpang Hasanudin – Graha Yowana Suci
Simpang Pesanggaran
Simpang Sanur KFC
Simpang Sanur McDonald's
Simpang Tohpati
Simpang Tol Benoa
Simpang Sanur Danau Buyan
Pemilihan berbagai titik tersebut memperluas peluang pesan CBP Rupiah untuk hadir di tengah mobilitas masyarakat. Dengan karakteristik media luar ruang yang berada di lokasi strategis, pesan yang berkaitan dengan Rupiah dapat menjadi bagian dari lanskap visual Kota Denpasar.
Dari kawasan perkotaan hingga jalur menuju kawasan Sanur dan akses Tol Benoa, komunikasi mengenai CBP Rupiah hadir di berbagai ruang yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.

Salah satu tantangan dalam komunikasi publik adalah bagaimana menyampaikan pesan yang memiliki makna luas dengan cara yang sederhana dan mudah ditangkap.
CBP Rupiah memiliki tiga dimensi utama: Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Ketiganya mencakup pemahaman mengenai Rupiah, kebanggaan menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia, sekaligus kepedulian untuk menjaga dan memperlakukannya dengan baik.
Melalui media Videotron OOH, pesan tersebut disederhanakan agar dapat dikomunikasikan secara efektif dalam waktu singkat. Dengan demikian, masyarakat dapat mengenali pesan utama CBP Rupiah tanpa harus mengikuti kegiatan edukasi secara langsung.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa edukasi Rupiah dapat dikembangkan melalui berbagai kanal komunikasi, menyesuaikan karakter masyarakat dan ruang tempat pesan tersebut disampaikan.

Penayangan Videotron OOH dalam rangkaian DEF 2026 juga memperlihatkan bahwa perluasan edukasi CBP Rupiah membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Bank Indonesia melalui Unit PUR membawa substansi pesan mengenai CBP Rupiah, sementara sinergi dengan Disdikpora Kota Denpasar dan Dinas PUPR Kota Denpasar membuka ruang pemanfaatan media komunikasi publik untuk memperluas jangkauan pesan tersebut.
Kolaborasi yang berlangsung tanpa biaya ini menjadi contoh bahwa penguatan literasi Rupiah dapat dilakukan melalui pemanfaatan sumber daya dan ruang komunikasi yang telah tersedia.
Lebih dari sekadar penayangan materi publikasi, sinergi ini mempertemukan edukasi, komunikasi publik, dan pemanfaatan ruang kota dalam satu gerakan bersama.
Kehadiran pesan CBP Rupiah di videotron juga membawa gagasan yang lebih luas: ruang belajar mengenai Rupiah tidak selalu berada di dalam kelas.

Jalan raya, persimpangan, dan ruang publik dapat menjadi bagian dari ekosistem edukasi ketika pesan yang disampaikan relevan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dalam konteks rangkaian DEF 2026, pendekatan tersebut memperluas semangat festival pendidikan agar tidak hanya dirasakan oleh peserta kegiatan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang berada di luar lokasi penyelenggaraan.
Selama periode 2–8 Mei 2026, masyarakat Denpasar berkesempatan menjumpai pesan CBP Rupiah dalam perjalanan mereka. Pesan tersebut hadir secara sederhana, visual, dan berulang—menjadikan edukasi Rupiah semakin dekat dengan keseharian.

Kolaborasi publikasi Videotron OOH menjadi bagian dari langkah untuk membawa pesan CBP Rupiah lebih dekat kepada masyarakat. Ketika pesan edukasi hadir di berbagai ruang publik, semakin terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal, memahami, dan memaknai Rupiah dalam kehidupan sehari-hari.
Karena membangun Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang menghadirkan pesan tersebut di ruang-ruang yang benar-benar dekat dengan masyarakat.
Dari ruang kelas hingga ruang publik, dari kegiatan edukasi hingga layar videotron di persimpangan kota, pesan tentang Rupiah terus bergerak. #BeriMakna melalui kolaborasi, dan hadirkan Rupiah sebagai bagian dari keseharian masyarakat.