


12 Mei 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra

Pendidikan tidak hanya tumbuh di dalam ruang kelas. Di Denpasar, pendidikan hadir melalui gerakan bersama yang memadukan karakter, budaya, kesehatan, kreativitas, dan kecintaan terhadap Rupiah.
Semangat tersebut terasa dalam Denpasar Education Festival (DEF) 2026 yang diselenggarakan melalui sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar pada 6–7 Mei 2026. Bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional, DEF menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat implementasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di lingkungan pendidikan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Namun, DEF 2026 bukan sekadar festival pendidikan. Dua capaian Rekor MURI menjadi penanda penting dari sebuah gerakan yang membawa CBP Rupiah lebih dekat ke kehidupan sekolah.

Lapangan Lumintang menjadi saksi ketika 238 sekolah dan 12.053 pelajar se-Kota Denpasar bergerak bersama dalam Gebyar Yoga Asana dengan Formasi CBP.
Gerakan Yoga Asana yang dilakukan secara bersama-sama tersebut tidak hanya menjadi pertunjukan massal. Di balik formasi yang terbentuk, terdapat pesan tentang bagaimana pendidikan karakter dapat dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Budaya Bali, kesehatan fisik dan mental, serta nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dipertemukan dalam satu kegiatan.

Momentum tersebut kemudian tercatat dalam Rekor MURI “Gebyar Yoga Asana dengan Formasi CBP”, menjadi salah satu sorotan utama DEF 2026.

Tidak kalah penting, DEF 2026 juga menjadi momentum lahirnya tonggak baru dalam perjalanan edukasi Rupiah di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar menyerahkan Surat Edaran Implementasi Program Sekolah Rintisan CBP Rupiah kepada Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan nilai CBP Rupiah ke dalam ekosistem sekolah, bukan sekadar sebagai materi edukasi yang disampaikan sesekali.
Implementasinya mencakup intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah, sehingga nilai-nilai CBP Rupiah dapat tumbuh melalui berbagai aktivitas pendidikan sehari-hari.
Capaian ini kemudian menjadi Rekor MURI “Sekolah Rintisan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Pertama di Indonesia”.
Dua rekor tersebut memiliki cerita yang berbeda, tetapi membawa pesan yang sama: pendidikan Rupiah dapat tumbuh melalui kreativitas, kolaborasi, dan budaya yang hidup di lingkungan sekolah.

Puncak DEF 2026 turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta jajaran Forkopimda Kota Denpasar.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan pendidikan dan literasi Rupiah membutuhkan kerja bersama. Sekolah, pemerintah daerah, Bank Indonesia, guru, dan peserta didik memiliki ruang masing-masing untuk menerjemahkan nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani menekankan bahwa CBP Rupiah tidak berhenti pada pemahaman mengenai uang. Di dalamnya terdapat nilai tentang karakter, kecintaan terhadap tanah air, kebanggaan terhadap identitas bangsa, serta pemahaman mengenai peran Rupiah dalam perekonomian.
Dengan demikian, mengenalkan Rupiah kepada generasi muda juga menjadi bagian dari membangun karakter dan literasi ekonomi sejak dini.

Semangat tersebut juga terlihat dalam berbagai rangkaian kegiatan DEF 2026.
Pelajar mengikuti BI STAR (Bank Indonesia Smart Tournament of Academy Rupiah), lomba menggambar bertema CBP Rupiah, lomba mendongeng, hingga Festival Karya CBP Rupiah.
Berbagai kegiatan tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolahnya menjadi karya, permainan, cerita, dan gagasan.
Di sinilah pendidikan CBP Rupiah menjadi lebih dekat. Nilai yang dipelajari di kelas dapat diterjemahkan menjadi kreativitas dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Penguatan edukasi juga dilakukan melalui pengembangan bahan ajar CBP Rupiah untuk jenjang SD dan SMP.
Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen RI telah berkolaborasi dalam pengembangan bahan ajar sejak 2024. Upaya tersebut turut memperhatikan aspek inklusivitas dengan menghadirkan bahan ajar yang telah ditranslasikan ke huruf braille, sehingga pesan mengenai Rupiah dapat menjangkau lebih banyak peserta didik.
Langkah tersebut memperkuat pesan bahwa literasi Rupiah merupakan bagian dari pendidikan yang dapat diakses oleh seluruh generasi muda.
Denpasar Education Festival 2026 menjadi ruang bertemunya berbagai energi: pendidikan, budaya, kreativitas, teknologi, kesehatan, dan literasi ekonomi.

Dua Rekor MURI yang lahir dari rangkaian kegiatan menjadi penanda dari kolaborasi tersebut. Sekolah Rintisan CBP Rupiah Pertama di Indonesia menunjukkan bagaimana nilai Rupiah mulai diintegrasikan ke dalam ekosistem sekolah, sementara Gebyar Yoga Asana dengan Formasi CBP memperlihatkan bagaimana pesan tersebut dapat hadir melalui budaya dan aktivitas yang dekat dengan generasi muda.
Dari ruang kelas hingga Lapangan Lumintang, dari bahan ajar hingga karya siswa, CBP Rupiah terus menemukan cara baru untuk hadir dan bermakna.
DEF 2026 pun menjadi bagian dari perjalanan membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan—sekaligus memperkuat langkah Bali dalam mengembangkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Karena pendidikan bukan hanya tentang apa yang dipelajari hari ini, tetapi tentang nilai apa yang dibawa generasi muda untuk Indonesia di masa depan.
Yuk, Semeton, bersama pendidikan kita #BeriMakna untuk membentuk generasi yang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah menuju Indonesia Emas 2045.