


30 September 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra

Badung – Edukasi mengenai Rupiah terus dikembangkan mengikuti dinamika dunia pendidikan. Tidak hanya menyasar sekolah dengan kurikulum nasional, Bank Indonesia Provinsi Bali mulai memperluas implementasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) ke lingkungan Sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) melalui program CBP Goes International School.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan In-House Training (IHT) Integrasi Materi CBP Rupiah yang dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 di sekolah internasional/SPK di Kabupaten Badung. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari proses pendampingan dan evaluasi review kurikulum integrasi materi CBP Rupiah bersama Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung.

Sekolah SPK memiliki karakteristik pembelajaran yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Kurikulum yang digunakan memadukan kurikulum internasional, seperti Cambridge atau IB, dengan mata pelajaran wajib nasional. Proses pembelajarannya juga menggunakan pendekatan bilingual dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Karakteristik tersebut menjadi pertimbangan dalam merancang model integrasi CBP Rupiah.
Alih-alih menempatkan materi CBP Rupiah sebagai pembelajaran yang berdiri sendiri, materi tersebut diintegrasikan ke dalam Indonesian Studies. Dengan pendekatan ini, pembelajaran mengenai Rupiah dapat hadir dalam konteks pembelajaran nasional sekaligus tetap relevan dengan karakteristik peserta didik di lingkungan sekolah internasional.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi Rupiah yang adaptif terhadap beragam ekosistem pendidikan.

Dalam pelaksanaan IHT, penguatan diarahkan pada pemahaman yang lebih mendalam (deep learning) terhadap tiga dimensi utama Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai CBP Rupiah, kegiatan juga memperkenalkan BI-TEACH sebagai media pembelajaran digital CBP Rupiah yang dapat diakses sepanjang waktu. Platform tersebut juga dilengkapi fitur translate Bahasa Inggris untuk mendukung pemanfaatannya dalam lingkungan sekolah internasional.
Dengan demikian, pembelajaran CBP Rupiah memiliki ruang untuk dikembangkan melalui pembelajaran tatap muka maupun kanal digital yang lebih fleksibel.
Salah satu capaian strategis dari pengembangan program ini adalah terbentuknya model integrasi materi CBP Rupiah yang mencakup empat elemen utama satuan pendidikan, yaitu intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali membangun sinergi dan kolaborasi dalam penyusunan serta penyempurnaan dokumen kurikulum dan modul ajar yang mengintegrasikan materi CBP Rupiah secara komprehensif ke dalam keempat elemen tersebut.
Dokumen kurikulum dan modul ajar tersebut selanjutnya akan disempurnakan dan diarahkan untuk memperoleh legalisasi dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung.
Pengembangan model ini menjadi bagian penting dalam membangun praktik integrasi CBP Rupiah yang dapat diterapkan secara lebih sistematis di lingkungan sekolah internasional.
Penguatan implementasi CBP Rupiah tidak berhenti pada guru yang telah mengikuti IHT. Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, internalisasi materi secara bertahap juga akan diarahkan kepada guru Warga Negara Asing (WNA)/ekspatriat.
Langkah ini membuka ruang agar pemahaman mengenai Rupiah dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang lebih luas, termasuk di antara tenaga pendidik dengan latar belakang internasional.
Dengan karakter sekolah yang semakin beragam, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pesan mengenai Rupiah tetap dapat disampaikan secara relevan tanpa melepaskan konteks kebangsaan Indonesia.
Pengembangan kurikulum dan modul ajar CBP Rupiah di sekolah internasional/SPK juga diarahkan untuk menjadi role model atau benchmark bagi implementasi CBP Rupiah pada sekolah internasional lainnya di Provinsi Bali.
Praktik yang dikembangkan di Kabupaten Badung selanjutnya dapat menjadi bahan dokumentasi dan referensi untuk pengembangan strategi edukasi CBP Rupiah yang menyesuaikan karakteristik sekolah dengan kurikulum internasional.
Ke depan, program akan dilanjutkan melalui pendampingan implementasi materi dalam pembelajaran Indonesian Studies, penguatan kapasitas guru WNA/ekspatriat, serta monitoring dan evaluasi terhadap implementasi kurikulum dan modul ajar.
Praktik baik yang terbentuk juga akan didokumentasikan sebagai bagian dari pengembangan CBP Goes International School dan eksplorasi replikasi pada sekolah SPK/internasional lainnya di Bali.
Pengembangan program juga diarahkan agar sekolah internasional/SPK tidak hanya menjadi penerima materi edukasi, tetapi turut menciptakan ruang pembelajaran yang aktif.
Salah satunya melalui dorongan kepada sekolah untuk mengembangkan Project Based Learning yang pada 2027 diharapkan dapat terhubung dengan Festival Karya CBP dalam rangka Badung Education Fair (BEF).
Selain itu, terdapat rencana pengembangan Student Voice versi sekolah internasional sebagai ruang bagi peserta didik untuk menyampaikan gagasan dan perspektif mereka dalam konteks CBP Rupiah.
Dengan pendekatan tersebut, edukasi Rupiah dapat bergerak dari sekadar transfer pengetahuan menuju proses belajar yang memberi ruang bagi kreativitas, kolaborasi, dan partisipasi peserta didik.
CBP Goes International School menjadi bagian dari perjalanan Bank Indonesia Provinsi Bali dalam memperluas ekosistem edukasi Rupiah ke lingkungan pendidikan yang semakin beragam.
Integrasi CBP Rupiah ke dalam kurikulum internasional menunjukkan bahwa nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat dikenalkan melalui pendekatan yang adaptif terhadap karakteristik pembelajaran, termasuk dalam lingkungan pendidikan yang menggunakan kurikulum dan perspektif global.
Sebab, semakin global ruang belajar generasi muda, semakin penting pula menghadirkan pemahaman mengenai identitas dan kedaulatan bangsa di dalamnya.
Dari ruang kelas internasional, Rupiah tetap hadir sebagai bagian dari cerita tentang Indonesia. #BeriMakna melalui pendidikan, untuk generasi yang berwawasan global tanpa kehilangan akar kebangsaan.
Salam Cinta Bangga Paham Rupiah! 🫰🏼👍🏼💡