UIPUR

KOIN PIT STOP Hadir di QRIS Summer Run 2026, Rp15,8 Juta Uang Logam Kembali ke Peredaran

05 Oktober 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra

KOIN PIT STOP Hadir di QRIS Summer Run 2026, Rp15,8 Juta Uang Logam Kembali ke Peredaran

Denpasar – Di tengah ramainya gelaran Bali QRIS Summer Run 2026 di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Bank Indonesia Provinsi Bali menghadirkan layanan yang mengajak masyarakat mengubah tumpukan uang logam di rumah menjadi kembali bermanfaat dalam aktivitas ekonomi.

Melalui kolaborasi Unit PUR, kegiatan KOIN PIT STOP (Penukaran Koin) digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 07.00–10.00 WITA. Layanan ini menjadi salah satu upaya untuk menjawab fenomena hoarding atau penumpukan uang logam di masyarakat sekaligus membantu memperlancar resirkulasi uang logam.

Dari Tumpukan Koin Menjadi Uang yang Kembali Beredar

Selama tiga jam pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang memanfaatkan layanan penukaran. Dari 103 masyarakat yang melakukan pendaftaran, sebanyak 96 orang hadir langsung ke lokasi.

Dari kegiatan tersebut, terkumpul uang logam dengan total nilai mencapai Rp15.829.600.

Rinciannya terdiri atas:

  • Rp1.000 sebanyak 5.813 keping atau Rp5.813.000

  • Rp500 sebanyak 12.935 keping atau Rp6.467.500

  • Rp200 sebanyak 11.285 keping atau Rp2.257.000

  • Rp100 sebanyak 12.869 keping atau Rp1.286.900

  • Rp50 sebanyak 104 keping atau Rp5.200

Angka tersebut menunjukkan bahwa uang logam yang tersimpan dan belum digunakan masih memiliki peran dalam mendukung kebutuhan transaksi masyarakat.

Setelah dikumpulkan melalui layanan KOIN PIT STOP, uang logam tersebut selanjutnya akan ditukarkan oleh pihak ritel, PT Indomarco (Indomaret), untuk memenuhi kebutuhan transaksi harian masyarakat Bali. Dengan demikian, koin yang sebelumnya tersimpan dapat kembali masuk ke dalam siklus peredaran uang.

Mengenalkan Mesin yang Mengubah Cara Mengelola Koin

KOIN PIT STOP juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal Mesin Sortasi Uang Logam (MSUL) 766.

Dalam kegiatan ini, MSUL 766 seri 1 dan 2 diperkenalkan sekaligus digunakan untuk memilah dan menghitung uang logam secara otomatis. Kehadiran mesin tersebut mendukung proses pengelolaan uang logam agar dapat dilakukan secara lebih efektif.

Namun, pelaksanaan di lapangan juga memberikan pembelajaran penting. Mesin mengalami kendala ketika menerima uang logam yang kondisinya terlalu kotor maupun memiliki bagian yang diisolasi.

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi fisik uang logam turut berpengaruh terhadap proses sortasi menggunakan mesin.

Edukasi Menjadi Kunci

Dari pelaksanaan KOIN PIT STOP, kolaborasi dengan FIKSP dinilai berjalan dengan baik. Tingginya partisipasi masyarakat juga menunjukkan adanya ruang untuk memperluas layanan serupa.

Ke depan, durasi pelaksanaan dinilai perlu diperpanjang agar semakin banyak masyarakat dapat dilayani dan jumlah uang logam yang kembali masuk ke peredaran dapat meningkat.

Di sisi lain, edukasi mengenai kondisi uang logam yang dapat ditukarkan juga perlu diperkuat. Masyarakat diharapkan dapat memahami bagaimana memperlakukan dan menyimpan uang logam dengan baik sehingga tetap dapat diproses melalui MSUL 766.

Dari Koin yang Tersimpan, Kembali Menggerakkan Ekonomi

KOIN PIT STOP bukan sekadar layanan penukaran uang logam. Di balik keping-keping yang dikumpulkan masyarakat, terdapat upaya untuk memastikan uang tetap menjalankan fungsinya dalam aktivitas ekonomi.

Dari rumah, laci, hingga tempat penyimpanan lainnya, koin-koin yang lama tidak digunakan kini kembali bergerak. Karena setiap keping Rupiah yang kembali beredar turut menjadi bagian dari kelancaran transaksi dan perekonomian masyarakat.

Yuk, jangan biarkan koin hanya tersimpan. Tukarkan dan #BeriMakna dengan membuat Rupiah kembali beredar.