UIPUR

Deputi Gubernur Senior BI Hadir di SMP PGRI 2 Denpasar, Sekolah Rintisan CBP Rupiah untuk Generasi Muda

26 Mei 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra

Deputi Gubernur Senior BI Hadir di SMP PGRI 2 Denpasar, Sekolah Rintisan CBP Rupiah untuk Generasi Muda

Rupiah bukan sekadar alat pembayaran. Di balik setiap lembar dan kepingnya, terdapat identitas, sejarah, serta simbol kedaulatan bangsa Indonesia. Pesan inilah yang hadir dalam kegiatan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Goes to School di SMP PGRI 2 Denpasar, Bali, pada 22 Mei 2026.

Kegiatan edukasi Rupiah yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali tersebut menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ibu Destry Damayanti, yang turut berinteraksi langsung dan memberikan edukasi kepada para siswa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Bapak Achris Sarwani, Direktur Departemen Pengelolaan Rupiah Bapak Novyanto, Direktur Departemen Pengelolaan Rupiah Bapak Faturachman, Direktur Departemen Manajemen Strategis dan Transformasi Bank Indonesia Ibu Nita Rachmenia, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Bapak Ronald D. Parluhutan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Bapak Hario Kartiko Pamungkas, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Bapak Adidoyo Prakoso, serta Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Bapak Anak Agung Gede Wiratama beserta jajaran.

Ketika Edukasi Rupiah Berawal dari Karya Siswa

Sebelum memasuki rangkaian edukasi, para tamu diajak melihat Festival Karya CBP Rupiah yang menampilkan berbagai hasil pembelajaran berbasis proyek dari para siswa.

Beragam karya hadir di ruang tersebut, mulai dari web education game, celengan kreatif, kolase dan mosaik, permainan ular tangga edukatif, hingga mesin penghitung uang logam. Karya-karya tersebut menunjukkan bagaimana isu sederhana yang ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari dapat diolah menjadi media pembelajaran yang dekat dengan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Tidak berhenti pada karya siswa, kegiatan tersebut juga menampilkan kolaborasi KPwBI Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga di Denpasar, Badung, Jembrana, dan Provinsi Bali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem edukasi CBP Rupiah melalui komitmen bersama, pilot project satuan pendidikan, serta pengembangan materi pembelajaran.

Suasana semakin menarik dengan hadirnya galeri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang dikumpulkan oleh KPwBI Provinsi Bali serta berbagai produk Limbah Racik Uang Kertas (LRUK). Limbah uang kertas yang sebelumnya tidak lagi dapat digunakan tersebut diolah menjadi berbagai produk kreatif, seperti miniatur, kotak donasi, hingga karya mosaik.

Pesannya sederhana, tetapi kuat: edukasi tentang Rupiah dapat hadir melalui berbagai cara dan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Mengenal Rupiah, Merawat Rupiah

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Novyanto memberikan edukasi mengenai pengelolaan Rupiah sekaligus mengajak generasi muda untuk mengenal dan merawat Rupiah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Para siswa diajak memahami bahwa menjaga Rupiah bukan hanya persoalan memperlakukan uang secara fisik dengan baik. Lebih dari itu, kepedulian terhadap Rupiah merupakan bagian dari penghargaan terhadap simbol kedaulatan negara.

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Para siswa diajak mengenal cara memperlakukan Rupiah dengan baik, memahami kedudukannya sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol identitas bangsa, serta mampu mengenali karakteristik keaslian Rupiah melalui metode 3D—Dilihat, Diraba, Diterawang.

Lagu “Bunda” dan Momen yang Menghangatkan Suasana

Di tengah rangkaian kegiatan, suasana berubah menjadi lebih emosional ketika siswa SLB Negeri 1 Denpasar menyanyikan lagu Bunda sebagai bentuk apresiasi kepada Ibu Destry Damayanti.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang membekas dalam kegiatan. Di tengah agenda edukasi yang sarat pesan mengenai Rupiah, hadir sebuah ungkapan sederhana dari para siswa yang mampu menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Interaksi tersebut juga memperlihatkan bahwa edukasi tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal. Ketika pesan disampaikan melalui pengalaman, karya, dan interaksi langsung, nilai yang dibawa menjadi lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.

Pesan DGS BI: Rupiah sebagai Perekat dan Simbol Kedaulatan

Ibu Destry Damayanti kemudian menyampaikan edukasi CBP Rupiah dengan pendekatan yang santai dan dekat dengan para siswa.

Generasi muda diajak untuk mengenal Rupiah lebih dalam, bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai salah satu simbol yang menyatukan masyarakat Indonesia.

Rupiah hadir di tengah keberagaman masyarakat, dari Sabang hingga Merauke. Karena itu, mengenal, menggunakan, dan menjaga Rupiah menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa memiliki terhadap identitas bangsa.

Pendekatan yang komunikatif membuat pesan tersebut terasa dekat bagi para siswa. Edukasi tidak hanya berbicara mengenai uang sebagai benda, tetapi juga mengenai nilai yang berada di baliknya—tentang identitas, kebersamaan, dan kedaulatan.

Dari Sekolah, Menumbuhkan Agen Perubahan

Kegiatan CBP Rupiah Goes to School di SMP PGRI 2 Denpasar juga diwarnai dengan dukungan bagi dunia pendidikan. Ibu Destry menyerahkan bantuan yang merepresentasikan dukungan Komunitas ZS Vespa kepada SLB Negeri 1 Denpasar. Sementara itu, Program Indonesia Kekda turut memberikan dukungan untuk digitalisasi dan percepatan pembelajaran di SMP PGRI 2 Denpasar.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi CBP Rupiah dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem pendidikan. Sekolah menjadi ruang penting untuk menanamkan pemahaman sejak dini, sekaligus membentuk generasi yang mampu membawa pesan tersebut ke lingkungan yang lebih luas.

Dari karya siswa, interaksi bersama pendidik, hingga pesan langsung dari pimpinan Bank Indonesia, kegiatan CBP Goes to School di SMP PGRI 2 Denpasar menjadi lebih dari sekadar agenda edukasi. Ia menjadi ruang untuk menanamkan nilai bahwa Rupiah adalah milik bersama yang perlu dikenal, dihargai, dan dijaga.

Sebab, kecintaan terhadap Rupiah tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat tumbuh dari tangan seorang siswa yang merawat lembar Rupiah dengan baik, dari keberanian mengenali keasliannya, hingga dari kesadaran untuk memahami bahwa setiap lembar dan keping Rupiah membawa cerita tentang Indonesia.

Mari terus #BeriMakna dengan mencintai Rupiah, bangga menggunakan Rupiah, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

#CBPRupiah #SemetonRupiah #SobatRupiahBali