


30 September 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra

Denpasar – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kota Denpasar menjadi momentum untuk menghadirkan wajah pendidikan yang lebih kreatif, kolaboratif, dan dekat dengan generasi muda melalui Denpasar Education Festival (DEF) 2026.
Festival yang merupakan kolaborasi strategis antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar melalui Disdikpora Kota Denpasar ini tidak hanya menghadirkan rangkaian kegiatan pendidikan dan kreativitas, tetapi juga menjadi ruang penguatan implementasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di lingkungan pendidikan.
Mengusung pendekatan experiential learning dan project-based learning, DEF 2026 dirancang sebagai legacy event yang mempertemukan edukasi, kreativitas, budaya, literasi, dan penguatan karakter dalam satu ekosistem pembelajaran.
Besarnya dukungan terhadap DEF 2026 tercermin dari kehadiran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Advisor KPwBI Provinsi Bali, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, hingga unsur DPD RI, DPRD Kota Denpasar, Polresta Denpasar, Kejari Denpasar, Kementerian Hukum Bali, BPMP Provinsi Bali, BGTK Provinsi Bali, Balai Bahasa Provinsi Bali, serta jajaran Disdikpora Kota Denpasar dan Provinsi Bali.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendorong transformasi pendidikan sekaligus memperkuat literasi Rupiah di lingkungan pendidikan.
Salah satu momentum penting dalam DEF 2026 adalah tercatatnya dua Rekor MURI yang berkaitan dengan pendidikan dan kampanye CBP Rupiah.
Rekor pertama diberikan atas Sekolah Rintisan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Pertama di Indonesia.
Program tersebut melibatkan 17 Sekolah Rintisan CBP Rupiah di Kota Denpasar, terdiri atas 8 SD, 8 SMP, dan 1 Sekolah Internasional jenjang SD.
Sekolah-sekolah tersebut menjadi bagian dari pengembangan implementasi CBP Rupiah yang mencakup berbagai ruang pendidikan, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah.
Implementasi tersebut didukung melalui Surat Edaran Nomor 400.3/9113/Disdikpora tentang Implementasi Program Sekolah Rintisan CBP Rupiah di Kota Denpasar.
Dengan pendekatan tersebut, CBP Rupiah tidak ditempatkan hanya sebagai materi edukasi tambahan, tetapi diarahkan untuk menjadi bagian dari proses dan budaya pembelajaran di satuan pendidikan.
Rekor kedua hadir melalui Gebyar Yoga Asana oleh Pelajar dengan Formasi CBP yang melibatkan 238 sekolah dan 12.058 pelajar se-Kota Denpasar.
Dalam kegiatan ini, gerakan yoga tidak hanya menjadi aktivitas fisik. Formasi massal bertuliskan “CBP” membawa pesan yang menghubungkan gerak tubuh, napas, pikiran, dan penguatan karakter generasi muda.
Formasi tersebut juga menjadi bagian dari kampanye untuk memperkenalkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah secara lebih luas kepada masyarakat.
Perpaduan antara edukasi, budaya Bali, kesehatan mental, dan penguatan karakter menghadirkan pendekatan komunikasi publik yang berbeda dalam menyampaikan pesan CBP Rupiah.
Semangat belajar dan berkarya juga hadir melalui CBP Championship, yang menghadirkan sejumlah kompetisi edukatif dan kreatif bagi siswa.
Salah satunya adalah BI-STAR (Bank Indonesia Smart Tournament Academy Rupiah), kompetisi yang mengemas edukasi Rupiah dalam format yang kreatif dan inovatif.
Selain itu, terdapat Lomba Menggambar dengan tema CBP Rupiah serta Lomba Mendongeng yang menggunakan pendekatan storytelling untuk menyampaikan pesan mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Rangkaian tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk menyampaikan pemahaman mereka mengenai Rupiah melalui cara yang sesuai dengan kreativitas dan karakter masing-masing.
DEF 2026 juga menghadirkan Festival Karya CBP Rupiah, yang menampilkan hasil karya siswa dari Sekolah Rintisan CBP Rupiah.
Melalui pendekatan project-based learning, siswa diajak mengidentifikasi berbagai isu terkait Rupiah di lingkungan sekitar, kemudian mengolahnya menjadi karya kreatif.
Dengan cara ini, nilai CBP Rupiah tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Peserta didik memperoleh ruang untuk menghubungkan pengetahuan dengan persoalan di sekitar dan menerjemahkannya dalam bentuk karya yang aplikatif.
Rangkaian DEF 2026 memperlihatkan bagaimana edukasi dapat dikembangkan melalui kolaborasi, kreativitas, pengalaman langsung, dan keterlibatan aktif peserta didik.
Mulai dari 17 Sekolah Rintisan CBP Rupiah, ribuan pelajar yang terlibat dalam Gebyar Yoga Asana, kompetisi BI-STAR, lomba menggambar dan mendongeng, hingga Festival Karya CBP Rupiah, setiap kegiatan menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang menghubungkan pendidikan dengan kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar peringatan Hari Pendidikan Nasional, DEF 2026 menjadi bagian dari perjalanan pengembangan ekosistem pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas ruang pengenalan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada generasi muda.
Ketika pendidikan memberi ruang untuk belajar, berkarya, dan bergerak bersama, di sanalah nilai Rupiah dapat tumbuh menjadi pengalaman yang bermakna. #BeriMakna melalui pendidikan.
Salam Cinta Bangga Paham Rupiah! 🫰🏼👍🏼💡
#BankIndonesia #SobatRupiahBali #CBPRupiah #EdukatorDewata #DenpasarEducationFestival #DEF2026 #SekolahRintisanCBPRupiah #BeriMakna