


06 Oktober 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra
.jpg)
JEMBRANA - Belajar mengenal Rupiah tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Di SD Negeri 2 Medewi, Kabupaten Jembrana, pesan tentang Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah hadir melalui cara yang lebih dekat dengan dunia anak: bermain, menjelajah, dan menghadapi berbagai tantangan. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui peluncuran game edukasi “Jelajah Rupiah”, sebuah inovasi pembelajaran yang dikembangkan sebagai bagian dari implementasi Program Sekolah Rintisan CBP Rupiah. Memadukan teknologi, permainan, tantangan, dan pengalaman belajar, “Jelajah Rupiah” dirancang untuk menghadirkan edukasi Rupiah secara lebih interaktif dan relevan dengan karakter belajar peserta didik.

Bagi anak-anak, bermain merupakan bagian dari proses belajar. Karena itu, “Jelajah Rupiah” hadir bukan sekadar sebagai permainan, melainkan sebagai media untuk membawa pesan edukasi Rupiah ke dalam pengalaman yang menyenangkan.
Peserta didik diajak untuk menjelajah, mencoba, menjawab tantangan, dan menemukan pengetahuan sepanjang permainan. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi turut terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah pun diperkenalkan melalui pendekatan yang sederhana dan dekat dengan keseharian anak.

Permainan menjadi pintu masuk untuk mengenalkan Rupiah secara lebih dekat. Peserta didik diajak mengenali Rupiah sekaligus memahami pentingnya memperlakukan dan merawat uang dengan baik. Pesan mengenai kepedulian terhadap Rupiah tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi diterjemahkan ke dalam aktivitas yang mereka lakukan selama bermain. Dari pengalaman tersebut, kebiasaan untuk menjaga Rupiah diharapkan dapat tumbuh sejak usia sekolah.

Di balik setiap lembar dan keping Rupiah, terdapat identitas bangsa Indonesia. Melalui “Jelajah Rupiah”, peserta didik juga diperkenalkan pada makna Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan identitas bangsa. Pendekatan melalui permainan membuat pesan tersebut dapat diterima dengan lebih ringan. Anak-anak tidak hanya mengetahui bahwa Rupiah digunakan dalam transaksi, tetapi mulai memahami bahwa Rupiah memiliki makna yang lebih luas sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari pengalaman bermain, rasa bangga terhadap Rupiah diharapkan tumbuh menjadi bagian dari karakter peserta didik.
Ada hal menarik di balik lahirnya “Jelajah Rupiah”. SD Negeri 2 Medewi tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi turut menjadi pencipta inovasi edukasi Rupiah.

Sekolah membawa pengalaman mengajar, kreativitas, serta pemahaman terhadap karakter peserta didik. Sementara itu, Bank Indonesia memberikan substansi dan penguatan pesan CBP Rupiah. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa inovasi edukasi tidak selalu harus datang dari luar sekolah. Ketika sekolah diberikan ruang untuk berkreasi, dapat lahir media pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan dan karakter peserta didik. Semangat inilah yang menjadi bagian penting dari Sekolah Rintisan CBP Rupiah: bukan sekadar menerima materi, tetapi mampu mengembangkan cara sendiri untuk membuat nilai Rupiah semakin hidup di lingkungan pendidikan.

“Jelajah Rupiah” membawa pesan bahwa memahami Rupiah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Anak-anak dapat belajar sambil bermain, menghadapi tantangan, mencoba memecahkan persoalan, dan menemukan jawaban sendiri. Proses tersebut membuat edukasi tidak berhenti pada aktivitas mengetahui, tetapi bergerak menuju pengalaman memahami dan menerapkan. Inovasi ini pun diharapkan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di SD Negeri 2 Medewi. Lebih jauh, peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media edukasi, tetapi tumbuh menjadi generasi yang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta mampu membawa pesan tersebut dari sekolah menuju keluarga dan lingkungan masyarakat.
Peluncuran “Jelajah Rupiah” menjadi contoh bagaimana sebuah sekolah dapat mengambil peran dalam memperkuat edukasi Rupiah. Dari sebuah permainan, lahir ruang belajar. Dari ruang belajar, tumbuh pemahaman. Dari pemahaman, diharapkan lahir kebiasaan untuk mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah.
Dari Medewi kita mulai. Dari sekolah rintisan, lahir inovasi. Dari inovasi, tumbuh generasi. Dari Rupiah, tumbuh cinta kepada negeri. 🇮🇩
#RUPADEWA #CBPRupiahBali #EdukatorDewata #CintaBanggaPahamRupiah #BIBaliAsikBIBaliTerbaik