UIPUR

Dari Bali untuk Indonesia: Praktik Baik Penguatan Komunitas sebagai Agen Perubahan CBP Rupiah

05 Oktober 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra

Dari Bali untuk Indonesia: Praktik Baik Penguatan Komunitas sebagai Agen Perubahan CBP Rupiah

Badung – Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah semakin membutuhkan pendekatan yang mampu menjangkau masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Salah satu kuncinya adalah membangun komunitas bukan sekadar sebagai penerima edukasi, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu meneruskan pesan CBP Rupiah di lingkungannya.

Semangat tersebut menjadi fokus dalam Training Development Workshop (TDW) “Membangun Komunitas sebagai Agen Perubahan untuk Penguatan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Tahun 2026” yang dilaksanakan pada 3–4 Juni 2026 di Pullman Bali Legian Beach Hotel, Bali.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Rony Hartawan selaku Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang (DPU) dan menjadi ruang berbagi pengalaman serta strategi dalam mengembangkan komunitas sebagai bagian dari penguatan edukasi CBP Rupiah.

Ketika Komunitas Menjadi Penggerak Perubahan

Salah satu materi yang dibahas dalam kegiatan adalah “Driving Performance Through Empowering Communities” yang disampaikan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Materi tersebut menekankan pentingnya pemberdayaan komunitas sebagai sarana untuk memperluas dampak program sekaligus mendorong perubahan yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa komunitas memiliki peran strategis dalam membawa sebuah pesan lebih dekat dengan masyarakat. Ketika komunitas memiliki kapasitas dan ruang untuk bergerak, edukasi dapat berkembang melampaui kegiatan yang dilakukan secara langsung oleh penyelenggara.

Pendidikan Nonformal sebagai Ruang Pemberdayaan

Perspektif lain hadir melalui materi “Peran Pamong Belajar PKBM/SKB dalam Pemberdayaan Masyarakat”.

Materi tersebut membahas bagaimana pendidikan nonformal dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian masyarakat. Dalam konteks pemberdayaan, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima pengetahuan, tetapi juga didorong untuk memiliki kemampuan menjadi bagian dari proses perubahan.

Perspektif tersebut relevan dengan pengembangan komunitas CBP Rupiah yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat agar pesan mengenai Rupiah dapat terus berkembang di berbagai lingkungan.

Bali Berbagi Praktik Baik

Salah satu sesi yang mendapat perhatian dalam TDW adalah “Praktik Baik Aktivasi Komunitas CBP Rupiah di Bali” yang disampaikan oleh Ida Ayu Alit Srilaksmi, Edukator Dewata.

Dalam sesi tersebut, dibagikan pengalaman mengenai strategi pengembangan dan aktivasi komunitas mitra CBP Rupiah yang telah dilakukan melalui kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Bali dengan berbagai komunitas masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana komunitas dapat dikembangkan sebagai mitra yang aktif dalam memperluas edukasi CBP Rupiah.

Sharing session dari Edukator Dewata mendapat apresiasi positif dari KPwBI karena dinilai menunjukkan praktik kolaborasi yang efektif dan berkelanjutan dalam penguatan edukasi CBP Rupiah.

Dari Bali Menjadi Referensi bagi Daerah Lain

Praktik pengembangan komunitas yang dilakukan Bank Indonesia Provinsi Bali juga menjadi salah satu referensi dalam pelaksanaan program di wilayah lain.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu role model yang akan diadaptasi oleh beberapa KPwDN sesuai dengan karakteristik wilayah kerja masing-masing.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan edukasi CBP Rupiah dapat tumbuh melalui pertukaran pengetahuan dan praktik baik antardaerah. Setiap wilayah dapat belajar dari pengalaman yang telah berjalan, kemudian menyesuaikannya dengan karakteristik komunitas dan kebutuhan masyarakat setempat.

Memperluas Makna CBP Rupiah melalui Komunitas

Pelaksanaan TDW sejalan dengan desain Program Edukasi CBP Rupiah Tahun 2026 yang berfokus pada perluasan sinergi dan kolaborasi dengan komunitas masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, komunitas diharapkan tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi turut mengambil peran dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai Rupiah kepada lingkungan di sekitarnya.

Sebab, semakin banyak komunitas yang mampu menjadi agen perubahan, semakin luas pula ruang bagi nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah untuk tumbuh dan diteruskan dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya.

Dari Bali, praktik baik dibagikan. Dari komunitas, semangat CBP Rupiah terus bergerak. #BeriMakna melalui kolaborasi.

Salam Cinta Bangga Paham Rupiah! 🫰🏼👍🏼💡

#BankIndonesia #SobatRupiahBali #CBPRupiah #EdukatorDewata #BeriMakna