UIPUR

Badung Education Fair 2026: Saat Pendidikan dan CBP Rupiah Bersinergi Membangun Generasi Berkarakter

13 Juni 2026 • oleh I Ngurah Gede Adi Putra

Badung Education Fair 2026: Saat Pendidikan dan CBP Rupiah Bersinergi Membangun Generasi Berkarakter

Pendidikan tidak hanya menjadi ruang untuk mengejar prestasi akademik. Lebih dari itu, sekolah merupakan tempat tumbuhnya karakter, kreativitas, dan nilai-nilai yang membentuk cara generasi muda memandang lingkungan serta bangsanya.

Semangat tersebut hadir dalam Badung Education Fair (BEF) 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung pada 9–11 Juni 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Mengusung semangat pendidikan yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan, BEF 2026 menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan pendidikan sekaligus momentum untuk memperkuat implementasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah melalui Program Sekolah Rintisan CBP Rupiah di Kabupaten Badung.

Ketika CBP Rupiah Mulai Menjadi Bagian dari Budaya Sekolah

Salah satu momen penting dalam BEF 2026 adalah penyerahan Surat Edaran Implementasi Program Sekolah Rintisan CBP Rupiah dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang diwakili oleh Deputi Direktur KPwBI Provinsi Bali, Henry Nosih Saturwa.

Penyerahan yang dilakukan langsung oleh Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana, S.H., M.Si., menjadi simbol dukungan pemerintah daerah untuk membawa edukasi CBP Rupiah ke dalam ekosistem pendidikan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, KPwBI Provinsi Bali turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang diterima langsung oleh Bupati Badung I Made Adi Arnawa, S.H. Apresiasi tersebut menjadi bagian dari penghargaan atas dukungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam memperluas literasi CBP Rupiah di lingkungan pendidikan.

Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui implementasi Program Sekolah Rintisan CBP Rupiah pada 11 satuan pendidikan, yang terdiri atas 5 SD, 5 SMP, dan 1 Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK).

Menariknya, program ini tidak ditempatkan sebagai pembelajaran yang berdiri sendiri. Nilai-nilai CBP Rupiah diperkuat melalui empat ruang pendidikan, yaitu intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah.

Dengan demikian, mengenal dan memahami Rupiah dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar sehari-hari. Nilai tersebut dapat tumbuh melalui pembelajaran di kelas, kegiatan sekolah, kreativitas siswa, hingga kebiasaan yang dibangun bersama.

700 Peserta, Satu Semangat untuk Pendidikan

Semangat kolaborasi tersebut turut terlihat dari antusiasme peserta BEF 2026. Sekitar 700 peserta yang terdiri atas kepala satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan siswa dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari.

Kehadiran berbagai unsur pendidikan memperlihatkan bahwa membangun generasi yang cinta Rupiah membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Sekolah menjadi ruang pembelajaran. Guru menjadi penggerak. Pemerintah daerah menjadi mitra strategis. Sementara para siswa menjadi generasi yang akan membawa pesan tersebut ke lingkungan yang lebih luas.

BEF 2026 pun tidak hanya menghadirkan diskusi atau agenda formal. Berbagai pameran pendidikan, pertunjukan seni, kompetisi edukatif, serta ruang apresiasi bagi karya peserta didik dan tenaga pendidik turut mewarnai festival.

Berbagai inovasi tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan dapat disampaikan melalui banyak cara. Belajar dapat hadir melalui karya, seni, kompetisi, permainan, maupun pengalaman langsung yang membuat peserta didik lebih mudah menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

BI STAR, Ruang Kompetisi untuk Mengenal Rupiah

Kolaborasi Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Badung juga diperkuat melalui BI STAR (Bank Indonesia Smart Tournament of Academy Rupiah) tingkat Kabupaten Badung.

Semifinal yang dilaksanakan pada 8 Juni 2026 menjadi ruang bagi para pelajar untuk menguji pengetahuan mengenai Rupiah dan kebanksentralan dalam suasana kompetitif sekaligus edukatif.

Bagi para peserta, BI STAR bukan sekadar kompetisi. Proses persiapan dan pertandingan menjadi kesempatan untuk memperdalam pengetahuan, mengasah kemampuan berpikir, serta memahami nilai Rupiah dengan cara yang lebih menyenangkan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan simbolis para Satria (Sahabat Rupiah) perwakilan Kabupaten Badung menuju Grand Final BI STAR 2026.

Para Satria menjadi representasi semangat generasi muda yang tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari penyebarluasan edukasi CBP Rupiah di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Dari Sekolah, Menumbuhkan Generasi Cinta Rupiah

Program Sekolah Rintisan CBP Rupiah dan berbagai kegiatan dalam BEF 2026 memperlihatkan bahwa literasi Rupiah dapat dibangun melalui proses yang berkelanjutan.

Cinta Rupiah tumbuh melalui kebiasaan menjaga dan memperlakukan Rupiah dengan baik. Bangga Rupiah hadir ketika generasi muda memahami Rupiah sebagai identitas dan simbol kedaulatan bangsa. Sementara Paham Rupiah dibangun melalui pengetahuan mengenai penggunaan Rupiah secara bijak serta pemahaman mengenai perannya dalam kehidupan ekonomi.

Ketiga nilai tersebut menjadi semakin bermakna ketika diterjemahkan ke dalam kehidupan sekolah.

Karena itu, keberadaan Sekolah Rintisan CBP Rupiah bukan hanya tentang menghadirkan materi baru dalam pembelajaran. Lebih jauh, program ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang menumbuhkan karakter dan kesadaran generasi muda terhadap Rupiah.

Dari Badung untuk Indonesia

Badung Education Fair 2026 menjadi gambaran bagaimana pendidikan dapat menjadi titik temu berbagai agenda pembangunan generasi muda.

Di satu sisi, pendidikan terus mendorong kreativitas, inovasi, dan prestasi. Di sisi lain, nilai-nilai karakter dan kecintaan terhadap identitas bangsa turut dibangun melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Kolaborasi Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Badung menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Dari 11 satuan pendidikan rintisan CBP Rupiah, ratusan pendidik, hingga para Satria yang membawa semangat edukasi ke tahap berikutnya, gerakan tersebut menunjukkan bahwa menumbuhkan kecintaan terhadap Rupiah merupakan proses yang dimulai dari hal-hal sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.

Sebab, pendidikan yang berkualitas bukan hanya tentang melahirkan generasi yang unggul secara akademik. Pendidikan juga tentang membentuk generasi yang mengenal identitas bangsanya, memahami nilai yang dimilikinya, dan mampu membawa nilai tersebut ke masa depan.

Dari Badung, semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah terus bertumbuh. Dari sekolah, nilai itu diharapkan bergerak lebih jauh—menjadi bagian dari karakter generasi muda yang mampu #BeriMakna bagi Rupiah, daerah, dan Indonesia.